Profile MPI di Jawa Tengah

Secara umum, kemiskinan multidimensi masyarakat Provinsi Jawa Tengah menurun. Ini ditunjukkan dengan parameter kemiskinan multidimensi yang cenderung membaik selama kurun waktu 2012-2014. Untuk seluruh parameter, posisi tahun 2014 lebih rendah dibanding posisi 2012.

Jumlah rumah tangga miskin terus menurun dalam kurun waktu 2012-2014. Pada tahun 2012 jumlah rumah tangga miskin sebesar 2,6 juta keluarga. Kemudian pada tahun 2013 jumlahnya menurun sebesar 2,3 juta. Pada tahun 2014, angkanya turun kembali menjadi 2,1 juta keluarga.

Penurunan jumlah rumah tangga miskin pada periode tersebut diikuti penurunan angka kemiskinan multidimensi dari 29,7 persen pada tahun 2012 menjadi 23,3 persen pada tahun 2014. Penurunan angka kemiskinan multidimensi di jateng terjadi lebih besar di daerah perkotaan daripada di perdesaan.

Kondisi ini juga menurunkan keparahan kemiskinan multidimensi sebesar 1,6 persen. Pada tahun 2012 sebesar 40,8 persen menjadi 40,0 persen di tahun 2014. Keparahan kemiskinan multidimensi tersebut menjelaskan bahwa pada periode 2012-2013 terdapat 4-5 indikator kemiskinan multidimensi yang terdeprivasi dari 11 indikator. Demikian pula dengan indeks kemiskinan multidimensi juga menurun. Pada tahun 2012 sebesar 0,121 menjadi 0,093 pada tahun 2014.

Kondisi kabupaten dan kota di Jateng pun mengalami perubahan yang baik. Pada periode 2012-2013, Kota Pekalongan menjadi Kota terbaik dalam hal penurunan angka kemiskinan multidimensi dan jumlah rumah tangga miskin. Penurunannya mencapai 32.99 persen dari setiap indikator. Pekalongan berhasil mengalahkan Kabupaten Rembang (27.64 persen) dan Kota Tegal (27.46 persen). Sementara itu, Kota Semarang menjadi kota terburuk dengan penurunan angka kemiskinan multidimensi dan rumah tangga miskin karena mengalami peningkatan yang mencapai 20.78 persen pada setiap indikator tersebut. Semarang disusul oleh Kota Salatiga (10.06 persen) serta Kabupaten Brebes (menurun 2.47 persen)

Selama periode 2012 - 2014, terjadi penurunan angka kemiskinan multidimensi sebesar 6,5 persen. Penurunan angka kemiskinan multidimensi didominasi oleh masyarakat yang bermukim di daerah desa dengan penurunan sebesar 6,7 Persen. Wilayah perkotaan juga turun sebesar 6,1 persen. Sementara itu, Keparahan kemiskinan multidimensi Jawa Tengah terus menurun sebesar 0,8 persen.

Jumlah Penduduk Miskin 2014

8.264.912

23%

% RT Miskin Multidimensi

23,3%

% Intensitas Kemiskinan

40,0%

Indeks Kemiskinan Multidimensi

0,093