Profile MPI di D I Yogyakarta

Pada umumnya, tingkat kemiskinan multidimensi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta cenderung menurun. Hal ini ditunjukkan dengan parameter kemiskinan multidimensi yang bergerak membaik dalam kurun waktu 2012-2014. Hampir pada semua parameter, posisi tahun 2014 lebih rendah dibanding posisi 2012. Kecuali pada keparahan kemiskinan multidimensi. Pada tahun 2014, keparahannya sedikit memburuk dibanding tahun 2013.

Jumlah rumah tangga miskin terus menurun dalam kurun waktu tersebut. Pada tahun 2012, tercatat tidak kurang dari 220 ribu keluarga di provinsi ini tergolong miskin multidimensi. Dua tahun kemudian, jumlahnya berkurang menjadi 176 ribu keluarga. Sama halnya dengan rumah tangga, jumlah penduduk miskin juga menurun dalam kurun waktu tersebut. Pada tahun 2012 penduduk miskinnya tercatat sebesar 671 ribu jiwa. Dua tahun berikutnya, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 527 ribu jiwa.

Penurunan jumlah penduduk miskin dan keluarga miskin ini mendorong menurunnya parameter kemiskinan yang lain seperti angka kemiskinan multidimensi, keparahan kemiskinan multidimensi dan pada akhirnya dapat menurunkan indeks kemiskinan multidimensi. Angka kemiskinan multidimensi pada tahun 2012 tercatat sebesar 20,7 persen. Dua tahun berikutnya angkanya turun menjadi 15,8 persen. Keparahan kemiskinan multidimensi pada tahun 2012 sebesar 37,4 persen. Dua tahun kemudian turun menjadi 37,2 persen. Demikian pula dengan indeks kemiskinan multidimensi pada tahun 2012 sebesar 0,077. Dua tahun kemudian indeks tersebut turun menjadi 0,059.

Kondisi tahun 2014 jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya sebab seluruh parameter bergerak turun. Mulai dari jumlah rumah tangga dan penduduk miskin, angka kemiskinan dan keparahan kemiskinan. Dampaknya adalah menurunnya indeks kemiskinan multidimentasi DI Yogyakarta. Laju penurunannya pun bisa lebih cepat dibanding laju tahun sebelumnya sebab didorong oleh pergerakan seluruh parameter yang sejalan.

Jumlah rumah tangga miskin multidimensi di Yogyakarta mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 220 ribu jiwa pada tahun 2012 menjadi 176 ribu jiwa pada tahun 2014 atau setara penurunan 20 persen rumah tangga miskin multidimensi. Demikian pula dengan jumlah penduduk miskin multidimensi di Yogyakarta yang pada tahun 2012 mencapai 671 ribu jiwa turun menjadi 527 ribu jiwa pada tahun 2014. Proporsi penduduk miskin multidimensi di Yogyakarta tercatat 20,71 persen penduduk miskin multidimensi pada tahun 2012. Angka tersebut turun menjadi 19,4 persen pada tahun 2013. Kembali turun pada tahun 2014 menjadi 10,81 persen.

Apabila dibandingkan antara wilayah desa dan kota, proporsi kemiskinan multidimensi di desa jauh lebih tinggi daripada di kota. Meskipun secara absolut, jumlah penduduk miskin multidimensi di daerah perkotaan lebih banyak. Pada tahun 2012, jumlah penduduk miskin multidimensi di desa mencapai 334,1 ribu jiwa dan di kota mencapai 337 ribu jiwa. Tetapi secara proporsi yang ditunjukkan oleh angka kemiskinan multidimensi, kemiskinan multidimensi di desa mencapai 29,98 persen sedangkan di kota sebesar 16,41 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terkonsentrasi di daerah perkotaan. Di desa sendiri, terdapat kecenderungan untuk urbanisasi sehingga jumlah penduduk di desa semakin berkurang tanpa peningkatan sarana dan prasarana yang memadai.

Keparahan kemiskinan multidimensi, terjadi tren menurun dari tahun 2012-2014 secara keseluruhan wilayah maupun secara wilayah desa dan kota meskipun tidak terlalu signifikan. Pada tahun 2012, keparahan kemiskinan di Yogyakarta sebesar 37,4 persen. Dua tahun kemudian turun menjadi 37,2. Artinya, rata-rata di DI Yogyakarta, rumah tangga miskin masih mengalami deprivasi 4-5 indikator kemiskinan multidimensi.

Perbandingan keparahan kemiskinan multidimensi desa dan kota di DI Yogakarta pada kurun waktu 2012-2014 tidak jauh berbeda. Meskipun keparahan kemiskinan di desa lebih tinggi daripada di kota. Rata-rata keparahan kemiskinan di Yogyakarta pada tahun 2012-2014 adalah 38 persen. Artinya, terdapat empat-lima indikator kemiskinan multidimensi yang terdeprivasi dari 11 indikator. Sejak tahun 2012-2014, keparahan kemiskinan tidak jauh dari kisaran tersebut.

Jumlah Penduduk Miskin 2014

527.122

16%

% RT Miskin Multidimensi

15,8%

% Intensitas Kemiskinan

37,2%

Indeks Kemiskinan Multidimensi

0,059