Profile MPI di Sulawesi Barat

Sumber daya alam yang diyakini melimpah mendorong Sulawesi Barat memisahkan diri dari Sulawesi Selatan, induknya. Lima kabupaten yang terdiri dari Majene, Poliwali Mandar, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara itu akhirnya resmi ditetapkan sebagai provinsi otonom berdasarkan UU no 26 Tahun 2004. Sebagai daerah yang memiliki kewenangan dalam mengatur administrasi dan keuangannya sendiri. Sulawesi Barat berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya di berbagai bidang. Kepentingan masyarakat terkait administrasi kependudukan pun diharapkan semakin terlayani.

Luas wilayah Sulawesi Barat mencapai 16.796,19 kilometer persegi, atau 26,87 persen dari luas provinsi induk. Potensi yang dimilikinya tidak hanya di bidang pertambangan, tetapi juga perkebunan, pertanian, dan perikanan. Diyakini, cadangan minyak bumi, tambang emas, perak, dan batu granit cukup besar untuk dimanfaatkan selama puluhan tahun mendatang.

Di atas kertas, begitu banyak potensi Sulawesi Barat yang bisa dijadikan sebagai modal pembangunan. Hanya saja sejak perpisahan dengan Sulsel tahun 2004, nasib Sulawesi Barat tidak menunjukkan perbaikan yang cukup berarti. Dalam periode 2012-2014 angka kemiskinan multdimensi wilayah ini masih di atas lima puluh persen. Upaya perbaikan belum tampak jelas sejak perpisahannya dengan Sulsel 11 tahun lalu. Beberapa alat ukur lainnya juga menunjukkan hal serupa seperti intensitas kemiskinan yang diukur dari berbagai dimensi dan indeks kemiskinannya. Kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat masih jauh dari harapan. Meski kondisi sebagian warga sempat meningkat di tahun 2013, berbagai ukuran kemiskinan Sulawesi Barat kembali turun setahun kemudian.

Penurunan jumlah rumah tangga miskin selama 2012-2014 di Sulawesi Barat belum seperti yang diharapkan. Menyusutnya jumlah rumah tangga miskin yang sempat terjadi tahun 2013 yaitu sebesar 11,033 persen, tidak terulang lagi di tahun 2014. Sebaliknya, jumlah rumah tangga miskin yang diukur dari banyak dimensi itu justru kembali meningkat. Setidaknya terdapat 17,38 persen keluarga miskin yang hidupnya kembali terpuruk di tahun tersebut. Bahkan secara keseluruhan jumlahnya melebihi kondisi dua tahun sebelumnya.

Tren yang fluktuatif terjadi pula pada jumlah penduduk miskin. Penyusutan jumlah penduduk miskin di Sulawesi Barat tidak berkelanjutan selama 2012-2014. Tahun 2013 adalah yang terbaik selama itu, karena pada tahun itu jumlah keluarga miskin Sulawesi Barat sempat mencapai 679.467 jiwa, atau terendah dibandingkan tahun sebelum dan sesudahnya.

Jumlah Penduduk Miskin 2014

758.267

58%

% RT Miskin Multidimensi

57,7%

% Intensitas Kemiskinan

45,0%

Indeks Kemiskinan Multidimensi

0,259