Pendekatan pengukuran kemiskinan multidimensi berusaha menyelesaikan masalah kemiskinan dengan menyodorkan perspektif  yang lebih luas dalam memandang kemiskinan, karena kemiskinan tidak hanya dilihat dari satu dimensi saja seperti misalnya tingkat konsumsi atau pendapatan. Kemiskinan multidimensi memotret kemiskinan dari beragam dimensi seperti pendidikan, kesehatan, kualitas hidup, bahkan pekerjaan.

Kemiskinan multidimensi dapat menangkap bukan hanya berapa jumlah penduduk miskin, tetapi sudah memberitahu apa karakteristik dari kemiskinan yang dialami oleh penduduk tersebut, sehingga pada saat pemerintah memberikan kebijakan, maka kebijakan akan lebih tepat karena mempunyai indikator yang jelas dalam menentukan keberhasilan program.

Apa itu MPI?

Indeks kemiskinan multidimensi adalah kombinasi angka dan derajat keparahan kemiskinan dalam berbagai dimensi yang mempengaruhi kapabilitas manusia.

Mengapa Memakai Kemiskinan Multidimensi

  • Indikator Pendapatan tidak dapat menangkap semua indikator. Indikator pendapatan tidak dapat melihat faktor-faktor lain yang menjadi sebab dari kemiskinan seperti pendidikan, kesehatan, maupun standar hidup. 
  • Kemiskinan bersifat Multidimensi. 
  • Informasi yang spesifik terhadap kemiskinan akan mendorong kebijakan yang relevan. Informasi yang deskriptif mengenai kemiskinan berhubungan dengan kebijakan penanggulangan kemiskinan akan mendorong para pembuat kebijakan untuk mengeluarkan kebijakan yang relevan.
  • MPI dapat digunakan untuk berbagai tujuan. MPI dapat digunakan untuk menetapkan rencana pembangunan pemerintah baik pada tahap perencanaan awal hingga tahap evaluasi program. 

Manfaat Penggunaan MPI

Indeks kemiskinan multidimensi adalah suatu alat ukur kemiskinan secara menyeluruh dengan manfaat sebagai berikut:

  • Menambah dan membandingkan alat ukur kemiskinan yang selama ini dipakai dalam pengambilan kebijakan seperti indikator pendapatan.
  • Memantau tingkat kemiskinan dan komposisi kemiskinan serta pengurangan kemiskinan dari waktu ke waktu.
  • Mengevaluasi dampak dari program.
  • Memetakan kondisi riil dari kemiskinan terhadap semua aspek (multidimensi) seeperti kesehatan, pendidikan, dan standar kualitas hidup.
  • Mengidentifikasi jebakan kemiskinan dan kemiskinan kronis.
  • Membandingkan kondisi kemiskinan dari berbagai aspek seperti kewilayahan, kelompok etnis, gender, rumah tangga, dan lainnya.